Moms, panik saat melihat Si Kecil gumoh itu sangat wajar. Apalagi kalau baru pertama kali mengalaminya, rasanya langsung khawatir ada yang tidak beres. Tapi tenang ya Moms, kondisi ini sering terjadi karena kapasitas lambung bayi memang masih sangat kecil dan sistem pencernaannya masih dalam tahap berkembang.
Gumoh adalah keluarnya sedikit ASI atau susu dari mulut bayi setelah menyusu tanpa paksaan, dan kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi sehat. Hal ini erat kaitannya dengan kapasitas lambung bayi yang kecil serta katup lambung yang belum sempurna, sehingga isi perut mudah naik kembali.
Biasanya gumoh terjadi pada bulan-bulan awal kehidupan bayi dan bisa dialami oleh sekitar setengah dari bayi, terutama pada usia 0 sampai 3 bulan. Seiring pertumbuhan, kapasitas lambung Si Kecil akan bertambah besar dan otot penahan makanan semakin kuat sehingga frekuensi gumoh berangsur berkurang.
Pada umumnya, gumoh akan mulai berkurang pada usia 3 sampai 6 bulan dan banyak bayi berhenti gumoh pada usia 6 sampai 12 bulan. Ini karena perkembangan sistem pencernaan dan peningkatan kapasitas lambung bayi membuat makanan lebih mudah diproses tanpa kembali naik ke kerongkongan.
Mengenal Kapasitas Lambung Bayi Sesuai Usia
Moms sudah melakukan yang terbaik untuk Si Kecil, jadi tidak perlu merasa bersalah saat gumoh terjadi. Yuk, kita pahami lebih dalam tentang kapasitas lambung bayi supaya Moms bisa lebih tenang dan tahu apa yang sebenarnya terjadi di tubuh Si Kecil.
1. Hari Pertama 0 sampai 1 Hari
Pada hari pertama, lambung bayi hanya sebesar ujung sendok teh dan hanya mampu menampung sekitar 5 sampai 7 ml ASI. Inilah alasan kenapa kapasitas lambung bayi di tahap ini membuat Si Kecil perlu menyusu sangat sering.
2. Hari Ketiga
Di hari ketiga, ukuran lambung mulai membesar menjadi sekitar 22 sampai 27 ml atau kira-kira setara dengan 1 sampai 2 sendok makan. Perubahan kapasitas lambung bayi ini membuat frekuensi menyusu masih sering, tetapi jumlah asupan mulai meningkat.
3. Usia 1 Minggu
Saat usia satu minggu, lambung bayi sudah mampu menampung sekitar 45 sampai 60 ml atau kurang lebih setara dengan 3 sampai 4 sendok makan. Dengan bertambahnya kapasitas lambung bayi, Si Kecil mulai bisa menyusu sedikit lebih banyak dalam sekali waktu.
4. Usia 1 Bulan
Di usia satu bulan, lambung bayi berkembang hingga mampu menampung sekitar 80 sampai 150 ml atau kira-kira setengah gelas kecil air mineral. Pada tahap ini, kapasitas lambung bayi sudah cukup besar sehingga frekuensi gumoh biasanya mulai berkurang.
Tips Mengatasi Gumoh yang Terlalu Sering
Walaupun gumoh itu normal, tetap ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu menguranginya agar Si Kecil lebih nyaman. Semua ini berkaitan dengan bagaimana kita menyesuaikan pola makan dengan kapasitas lambung bayi.
-
Sendawakan setelah menyusu
Membantu mengeluarkan udara dari perut sehingga tidak mendorong isi lambung keluar, terutama karena kapasitas lambung bayi masih kecil.
-
Posisikan bayi tegak 20 sampai 30 menit setelah menyusu
Posisi ini membantu susu tetap berada di lambung dan tidak mudah naik kembali karena kapasitas lambung bayi belum mampu menahan tekanan.
-
Berikan ASI sedikit tapi sering
Hindari memberi terlalu banyak sekaligus karena kapasitas lambung yang terbatas dan mudah penuh.
-
Perhatikan teknik menyusui
Perlekatan yang tepat mengurangi udara yang masuk ke perut, sehingga tidak membebani lambung Si Kecil.
-
Hindari aktivitas berlebihan setelah menyusu
Terlalu banyak gerakan bisa menekan perut dan membuat isi lambung naik, terutama saat kapasitas lambung bayi masih kecil.
-
Pastikan popok tidak terlalu ketat
Tekanan pada perut bisa memicu gumoh karena lambung Si Kecil belum kuat menahan isi perut.
Tetap Nyaman dengan Merries Skin Protection Slim
Selain memperhatikan pola menyusui, kenyamanan Si Kecil juga penting agar ia tidak rewel saat mengalami gumoh. Salah satu hal sederhana adalah memastikan popok tidak menekan perut, karena ini bisa mempengaruhi kapasitas lambung bayi saat mencerna ASI.
Merries Skin Protection Slim hadir dengan desain ergonomis dan pinggang elastis yang nyaman, sehingga tidak memberikan tekanan berlebih pada perut Si Kecil. Dengan begitu, lambung bisa bekerja lebih optimal tanpa gangguan dari pakaian atau popok yang terlalu ketat.
Popok ini juga memiliki teknologi SLIM dengan Super Absorbent Polymer Technology yang memiliki daya serap hingga 200 kali. Ini tentu membuat Moms lebih tenang dalam merawat Si Kecil tanpa khawatir popok bocor dan menggembung. Bantalan lembut bergelombang juga mendukung sirkulasi udara yang baik, sehingga kulit bayi tetap sehat dan nyaman meski sering beraktivitas.
Selain itu, fitur Anti Bakteri dan +Anti Bau membantu mencegah bau dan bakteri, sementara alarm penanda pipis memudahkan Moms mengetahui kapan harus mengganti popok. Semua fitur ini mendukung kenyamanan Si Kecil, sehingga Moms bisa lebih fokus memahami kebutuhan dan kapasitas lambung bayi. Temukan Merries Skin Protection Slim di toko online atau marketplace pilihan di halaman ini.
Setelah memahami kapasitas lambung bayi, Moms tak perlu panik berlebih dan bisa lebih tenang dalam menghadapi gumoh yang dialami Si Kecil. Selama Si Kecil tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tumbuh sesuai usianya, gumoh umumnya bukan hal yang berbahaya. Yang terpenting, Moms tetap memperhatikan tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan memberikan kenyamanan terbaik setiap hari. Dengan pengetahuan yang cukup dan dukungan yang tepat, Moms tentu dapat menjalani fase ini dengan lebih percaya diri dan penuh kasih.